oleh : Fardin M Lanco Dalam perspektif Karl Marx, masyarakat modern terbagi ke dalam dua kelas besar, yakni kelas borjuis sebagai pemilik modal dan kelas proletariat sebagai kelas pekerja. Jika kerangka berpikir ini digunakan sebagai pisau analisis untuk membaca final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, maka pertandingan tersebut tidak lagi sekadar menjadi duel dua negara, melainkan juga dapat dibaca sebagai pertarungan simbolik antara logika modal dan logika perjuangan. Di ruang publik, dukungan masyarakat seolah terbelah dalam dua cara pandang yang berbeda. Di satu sisi, Spanyol hadir sebagai representasi kekuatan modal dalam sepak bola modern. Akademi pemain yang mapan, kualitas liga domestik, kedalaman skuad, hingga sistem pembinaan yang terstruktur menjadikan Spanyol sebagai tim yang secara rasional lebih diunggulkan. Logika inilah yang bekerja dalam kapitalisme modern, termasuk dalam industri taruhan olahraga, yang menempatkan probabilitas kemenangan sebag...