Langsung ke konten utama

Review Buku The Discipline And Its Dimensions penulis Sthepen Wasby, Oleh M. Ramadhan Tahir



gambar (amazon.com)


Dua definisi dasar  ilmu politik menurut wasby : pertama Studi tentang ilmu politik dan yang kedua Apa yang dilakukan atau peranan para ilmuan politik ? definisi pertama tidak banyak membantu sampai kita mendefinisikan ilmu politik, dan yang kedua tidak memberi tahu kita apa yang dimaksud oleh para ilmuan politik sampai Mereka belajar ilmu politik, definisi kedua digunakan untuk menunjukan tidak adanya kesepakatan tentang definisi lapangan serta untuk menunjukan berbagai kegiatan yang beberapa orang menyebutnya ilmuan politik. 

Wasby menjelaskan unsur – unsur dalam ilmu politik ialah :

Akademik, Kita dapat mengatakan bahwa ilmu politik adalah bidang akademik atau juga tidak, karena tidak kesusaian yang pasti antara batas bidang studi dan batas – batas departemen dalam suatu institusi pendidikan tinggi, beberapa ilmu politik mungkin dapat ditemukan diluar departemen ilmu politik dan juga bukan ilmu politik (beberapa orang bahkan mengatakan bahwa ilmu politik sekarang tidak bisa satu, tetapi tidak sistematis)

Profesi, mereka yang sekarang atau yang telah menjadi ilmuan politik telah memiliki peatihan khusus, dimana pengetahuan khusus telah ditransformasikan, meskipun ada perbedaan dalam pendekatan dan minat dalam beberapa hal yang sama, karakteristik pelatihan khusus dan peranan komunitas ini membantu dalam menginditifikasi ilmu politik sebagai profesi. Ada beberapa yang berpendapat bahwa ilmu politik tidak memiliki pengetahuan khusus karna setiap warga Negara bersikeras menjadi ilmuan politik. Namun fakta bahwa banyak orang menunjukan minat dalam ilmu politik dan mendiskusikannya sering tidak akurat dan spesifik. Wasby menjelaskan bahwa ilmuan politik berbeda dengan politisi, meskipun mereka bersama – sama berkerja di bidang politik, namun menurut wasby ini dapat kita liat untuk mengetahui apakah politik merupakan profesi antara lain kesadaran diri dan disiplin hal ini tercermin dalam sikap analisis dan kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, metode analisis yang terstandarisasi semua bersumber dari data.

Tujuan, seperti mereka yang berpendapat bahwa “seni untuk demi seni semata”, beberapa orang akan memiliki ilmu politik yang menghasilkan “pengetahuan demi pengetahuan semata” meskipun mereka tidak menolak aplikasi akhir pengetahuan ilmu politik, mereka mengatakan bahwa kita perlu mengetahui lebih banyak tentang cara kerja politik sebelum kita dapat mulai menyarankan bagaimana tujuan tertentu dapat tercapai.

Ilmu, apakah (atau sampai taraf tertentu) ilmu politik adalah ilmu pengetahuan barangkali merupakan bagian yang paling penting dan kontrovesial dari debat besar saat ini tentang makna studi ilmu politik. Dan disinilah setidaknya ada consensus, sangat sedikit ilmuan politik yang berpendapat subjek mereka adalah sains. Berarti itu sama halnya dengan ilmu “keras” fisika, kimia, atau geologi, namun meskipun ilmu politik ilmu yang “lunak” bersama dengan prilaku ilmu social.

Metode, dalam mengembangkan temuan mereka para ilmuan politik mengunakan metode – metode sejarah, sosiolog, ekonomi, psikolog, dan antropologi, meskipun metode yang digunakan sama biasanya disesuaikan agar lebih sesuai dengan masalah spesifik, pengumpulan data dan interpretasi yang dihadapi dalam ilmu politik.

Terminology, terminology yang digunakan oleh para ilmuan politik mungkin merupakan karakteristik pengindetifikasian yang lebih baik daripada metodenya tetapi banyak terminology setidaknya dalam beberpa tahun terakhir juga telah dipinjam konsep Negara yang pernah mengidintifikasi studi tentang ilmu politik sekarang umumnya mengandung politik dan ambiguitas bahasa tersebut, beberapa upaya telah dilakukan untuk mengembangkan kata – kata baru dengan definisi yang ditetapkan , mengakibatkan ilmu politik dibangun atas jargon tetapi tidak cukup dilakukan.

Rekapitulasi, ilmu politik adalah rekapitulasi, para pratisi ini tidak sama dengan politisi, studi tentang politik yang dijalankan dalam ilmu politik yang relevan untuk kehidupan politik Negara itu, meskipun para ilmuan politik berbeda dengan apakah kita harus terapkan segera atau setelah pengembangan lebih menyeluruh, dengan beberapa menyarankan bahwa isu – isu kebijakan yang mendesak menjadi subjek studi ilmu politik. Ilmu politik bukanlah ilmu pengetahuan dalam arti yang sama dengan fisika, tetapi politik dapat dipelajari secara sitematis, dengan metode ilmiah.

Wasby juga menjelaskan apa itu Politik

Seni atau sains ? politik pada umumnya setuju untuk menjadi seni, seni yang mungkin sementara studi politik dianggap sebagai ilmu, meskipun kita harus berhati – hati untuk tidak terlalu menekankan perbedaan ini, beberapa ilmu politik dapat dipelajari sejauh mana ia memiliki aspek – aspek ilmianya, sementara (atau memutuskan dimana dan bagaimana)

Kekuatan, bagi sebagian orang politik memusatkan kekuatan dan kekuasaan,  salah satu perumusan gagasan – gagasan ini adalah bahwa politik memberikan jawaban atas pertanyaan “siapa yang mendapat apa, kapan , dan bagaimana ?, yang lain adah politik melibatkan pengaruh konsep – konsep yang paling sulit untuk menetapkan, kekuatan ilmu politik umumnya berfikir untuk melibatkan tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menentang kehendak atau keinginan orang lain.

Alokasi nilai, telah dikemukakan bahwa politik melibatkan alokasi nilai – nilai otoritarif, dalam suatu masyarakat, karena masyarakat secara keseluruhan mengakrabkan pengunaan terakhir dari monopoli kekuatan fisik, ketika kita mengatakan bahwa sesuatu memiliki “nilai” tertentu kepada seseorang, yang kita maksudkan bahwa ia mengiginkan sampai batas tertentu, relative terhadap barang – barang lain yang tersedia  baginya.

Public dan pribadi, dalam mendifinisikan politik kita sering membedakan antara public dan pribadi, kadang – kadang kita berbicara tentang pejabat public (pemegang jabatan terpilih, birokrat, pegawai negeri) atau kehidupan public dari individu, sementara beberapa organisasi seperti Kiwanis, rotary, dan lions clubs, biasanya dianggap pribadi meskipun mereka sering terlibat dalam kegiatan masyarakat, istilah public dan pribadi juga terkadang digunakan untuk menunjukan preferensi, apa yang diberi label pribadi seharusnya berada diluar sentuhan pemerintah; apa yang diberi label public, seperti dalam frasa bisnis yang terpengaruh dengan kepentingan public, seharusnya tunduk pada peraturan dan control pemerintah.

Kontoversi, unsur lain dalam definisi politik adalah kontroversi , dimana ada masalah ada politik, dimana tidak ada kontroversi dimana tidak ada isu yang dikemukakan politik tidak ada. Kontroversi ini harus dicatat tidak terbatas pada kegiatan partai politik, yang bersaing tetapi mencakup kelompok dan individu lain.

Konsesus, sementara perdebatan dan konflik pembelaan dan disensus, yang  sering dikaitkan dengan politik, konsentrasi pada mereka untuk perjanjian pengecualian atau consensus akan meningalkan gambaran yang tidak dari dunia politik. Pembelaan dan konsesnsus sering dianggap sebagai lawan dari berbagai kegiatan yaitu ujung – ujung kontinum, untuk mewakili berbagai kemungkinan perilaku peristiwa atau untuk mengkategorikan item relative terhadap satu sama yang lain. Ini direpresentasikan dengan lurus. Consensus juga dapat mempengaruhi jumlah pembelaan seperti ketika tekanan untuk mengakhiri konflik dirangsang oleh pengakuan bahwa tingkat konflik tertentu dapat membahayakan komunitas atau Negara dan batas.

Negara dan batas, ilmu politik selama bertahun – tahun terkonsentrasi pada apa yang sekarang kita anggap hanya sebagai aspek politik yang terbatas yang berkaitan dengan pemerintah, dengan lembaga formal, dan khususnya bagi Negara. Kesulitan muncul sehubungan dengan implikasi konsep Negara atas aktivitas politik hanya terjadi dalam batas – batas yang ditentukan dengan baik dan politik tidak dapat ada tanpa adanya satu set institusi formal.

Politik dalam masyarakat, tema yang tersirat dalam banyak hal diatas adalah bahwa politik adalah salasatu aspek masyarakat dimana orang hidup, bahkan jika lembaga khusus dikembangkan untuk menjalankan fungsi politik, politik tidak pernah terpisah dari masyarakat yang lebih besar.

Wasby juga menjelaskan politik menjadi ilmu dan harus memiliki komponen - komponen di antaranya adalah :

Pola, diantara asumsi – asumsi utama sains adalah bahwa fenomena terjadi didalam ini dijelaskan oleh ilmuan yang tertanam dialam untuk ditemukan, namun jika kita menganggap dunia benar – benar tidak teratur, kita tidak dapat mempelajari melalui sains atau bertahan didalamnya. Para ilmuan menggunakan pola – pola  yang telah ia tetapkan untuk menjelaskan serangkaian kejadian yang ia periksa.

Teori, sehubungan dengan perkembangan teori, argument memiliki apakah ilmu pengetahuan induktif bergerak dari data kegeneralisasi sampai taraf tertentu, para ilmuan berurusan dengan dunia empiris tidak hanya mengumpulkan fakta – fakta mentah dan menyatuhkan menjadi generalisasi.

  Matematika, sepatah kata  tentang hubungan antara matematika dan sains harus di suntikan ke dalam diskusi kita tentang teori, beberapa yang lebih elegant, teori – teori ilmiah telah dilemparkan kedalam bentuk matematika, telah mengembangkan gagasan bahwa ilmu pasti melibatkan rumus matematika, dengan konsekuensi bahwa teori tidak dapat diterima jika diungkapkan dalam bahasa matematika, bahasa matematika sangat membantu dalam menjaga ketajaman penalaran, pernyataan – pernyataan matematika sering dapat membantu untuk memecahkan ambiguitas.

Percobaan, seseorang tidak dapat membangun fakta ilmiah yang sebenarnya kecuali seseorang dapat bereksperimen jika tidak seseorang tidak dapat mengendalikan dampak dari factor – factor luar dan hubungan yang di temukan mungkin palsu atau tidak berarti. Jangan sampai kita melebih – lebihkan  penting eksperimen  dalam sains, kita harus ingat bahwa bagian – bagian dari ilmu fisik , misalnya geologi khsusnya astronomi, tidak dapat melanjutkan atas eksperimen terkontrol.

Diskusi tentang sains  khususnya tentang ilmu – ilmu social membutuhkan suatu pemeriksaan perbedaan antara suatu nilai. Pemeriksaan ini diperlukan karena nilai – nilai dalam politik karna seringnya kebingungan antara fakta dan pernyataan nilai.

Ilmu – ilmu alam dan ilmu – ilmu sosial secara umum orang menggangap bahwa ilmu – ilmu alam lebih memiliki keakuratan, kelengkapan dan ketetapan dalam memprediksi, dan menganalisa gejala – gejala yang menjadi objeknya bila dibandingkan dengan ilmu – ilmu sosial. Alasan sederhanya adalah manusia sebagai objek ilmu sosial memiliki kemampuan berfikir, bersikap dan berprilaku yang dinamis.

Mungkin wilayah terbesar dari pendekatan mengenai status keilmiahan dari ilmu – ilmu sosial, dan perbedaannya dengan ilmu – ilmu alam adalah mengenai nilai. Ada argument bahwa nilai dapat dipelajari, walaupun ada “ilmu” yang hanya mempelajari mengenai norma , nilai, etika dan yuriprudensi, tidaklah membatalkan argument bahwa prilaku manusia bisa digeneralisirkan.

FAKTA dan NILAI

Ilmu – ilmu sosial membutuhkan suatu pengujian mengenai perbedaan antara suatu nilai dan fakta, pengujian ini menurut wasby sangatlah perlu karena nilai dalam ilmu politik sangatlah penting. 

Nilai – nilai dalam pengajarannya, menurut wasby mengajar adalah bidang dimana para ilmuan politik peduli tentang nilai – nilai yang mereka anut, ilmu politik telah dilihat sebagai profesi, mengajar melalaui ceramah – ceramah dan para mahasiswa sering berharap untuk mendengarkan ceramah – ceramah tersebut.

Nilai – nilai dalam fakta, ilmuan politik tidak boleh nilai yang dianutnya mempengaruh penelitian ilmianya, menurut wasby ini bukan berarti ilmuan tersebut amoral akan tetapi netralitas nilai diperlukan


Analisis

Dalam buku the discipline and its dimensions karangan dari  Stepehen L Wasby, telah menjelaskan tentang politik unsur – unsur didalamnya serta politik menjadi ilmu pengetahuan. Miriam budiarjo mendefiniskan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik, dan politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik, meminjam kata plato dan aristoteles politik adalah en dam onio atau the good life. Menurut jujun dalam buku filsafat ilmu sebuah pengantar popular, ia mengatakan bahwa politik bisa menjadi ilmu ketika sudah terpenuhi unsur – unsur keilmiannya, diantaranya adalah memiliki teori, asumsi dan pendekatan, secara garis besar teorilah yang menjadi unsur terpenting dari ilmu itu karena akhir dari suatu disiplin keilmuan adalah mengembangkan teori sampai ketingkat keumuman setinggi mungkin, semakin besar tingkat keumuman teori maka semakin besar kemampuan suatu disiplin ilmu menjelaskan dan meramalkan gejala yang menjadi objek kajiannya. 

Politik jika dilihat dari sudut pandang akademik lebih kepada suatu kajian empiris yang melalui proses ilmiah, lebih tepatnya sudah memiliki metode dalam menafsirkan sebuah fenomena politik.

Politik jika dilihat dari sebuah profesi , ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat , jadi objek dasarnya adalah proses pembuatan pengaturan oleh pemerintah yang ditunjukan kepada masyrakat untuk menciptakan ketertiban umum.

Politik jika dilihat dari tujuan , ilmu poltik itu harus membuka seluas – luasnya kritikan atas politik itu sendiri, karna sebuah ilmu pengetahuan harus mempunyai tujuan yang jelas, karna lingkungan social cenderung menimbulkan konflik yang dinamis, dan bisa memberikan inovasi baru terhadap ilmu politik.

Politik jika dilihat sebagai ilmu, memang terlalu banyak perdebatan di tataran para ilmuan untuk menemukan konsep teori ilmu politik secara universal , karna setiap persoalan – persoalan ilmu politik selalu bersifat dinamis dan ambigu, 

Politik jika dilihat sebagai seni saya melihat politik sebagai seni disini ketika para elit mengelolah kekuasan dan kekuatan untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama inilah yang di sebut karya seni.

Politik jika dilihat sebagai kekuatan, teori – teori klasik menjelaskan politik bagaimana merebut dan mempertahankan kekuasaan, saya melihat cara – cara yang harus digunakan lebih elegant lagi tidak merunjuk pada tindakan – tindakan kekerasan , reprensif dll,  karna kekuatan dan kekuasaan harus digunakan sebagai kepentingan bersama untuk masyarakat yang adil dan makmur.

Politik jika dilihat dari nilai dalam upaya menciptakan stabilitas, Negara atau institusi memegang hak monopoli pengunaan kekerasan, seperti penjelasanku politik adalah kekuatan, kekerasan tidak lagi compatible dengan realitas kehidupan social masyarakat, karna akan menimbulkan konflik – konflik social baru.

Politik jika dilihat dari perspektif public dan individu, politik tidak mampu memberikan penjelasan dan pembagian secara tepat sampai dimana sebenarnya batas – batas dari pemerintah, batasan – batasan ini sangat penting karna menyangkut tentang batasan politik itu sendiri.

Politik dilihat dari consensus, setiap kehidup social pasti memiliki konflik – konflik yang begitu dinamis dan relative sehingga penanganan konflik ditengah masyarakat cepat terselesaiakan untuk menuju masyarakat yang tentram, namun wasby tidak menjelaskan begitu detail bagaimana konsesus itu bisa terlaksana Bernard Crick mengatakan bahwa politik seagai konsensus adalah aktivitas dimana kepentingan – kepentingan yang berbeda dalam sebuah unit pemerintahan tertentu didamaikan dengan memberi mereka bagian dalam kekuasaan sebanding dengan peran mereka bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidup seluruh  masyarakat. Miriam budiarjo pun mengatakan bahwa politik pada dasarnya adalah sebagai penyelesaian konflik atau konsesus karena nilai – nilai yang material maupun non-material yang menjadi tujuan orang bersifat langka.

Politik dilihat sebagai teori sebenarnya teori memiliki sifat atau karakter yang sederhana (parsimonous) dan sistematis, menurut Miriam budiarjo teori politik adalah bahasan dan generalisasi dari fenomena yang bersifat politik.

Politik dilihat sebagai percobaan ilmu politik harus memberikan konstribsi terhadap bidang ilmu atau suatu objek kajian, walaupun dari objek kajian yang berbeda, sehinga menghasilkan teori yang dapat digunakan dalam ilmu politik.

Politik dilihat ilmu alam dan ilmu social perdebatan klasik mengenai ilmu ini adalah bahwa ilmu social sejauh ini tidak pernah menghasilkan sesuatu yang bersifat universal, meskipun diakui bahwa presisi, kelengkapan dan hukum alam dari ilmu fisik itu berlebihan.

Jadi menurut saya ilmu politik adalah salahsatu disiplin ilmu sosial yang berkerja seperti ilmu alam, dan untuk memahami fenomena sosial yang terjadi akan tetapi tidak semua kegiatan sosial yang menjadi kajian ilmu politik batasan – batasan politik adalah hanya sebatas Negara, wewenang, kebijakan, kelembagaan politik (Eksekutif, legislative, yudikatif, partai politik, sivil society organization dll) dan tujuannya adalah memberikan manfaat untuk kemaslahatan atau kesejahteraan manusia. 

Ilmu bersandar kepada dasar – dasar tertentu, asumsi yang belum terbuktikan, jika ada yang mengatakan hal tersebut adalah nilai maka ilmu itu adalah nilai.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Spanyol vs Argentina: Ketika Piala Dunia Menjadi Arena Pertarungan Kelas

oleh : Fardin M Lanco Dalam perspektif Karl Marx, masyarakat modern terbagi ke dalam dua kelas besar, yakni kelas borjuis sebagai pemilik modal dan kelas proletariat sebagai kelas pekerja. Jika kerangka berpikir ini digunakan sebagai pisau analisis untuk membaca final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, maka pertandingan tersebut tidak lagi sekadar menjadi duel dua negara, melainkan juga dapat dibaca sebagai pertarungan simbolik antara logika modal dan logika perjuangan. Di ruang publik, dukungan masyarakat seolah terbelah dalam dua cara pandang yang berbeda. Di satu sisi, Spanyol hadir sebagai representasi kekuatan modal dalam sepak bola modern. Akademi pemain yang mapan, kualitas liga domestik, kedalaman skuad, hingga sistem pembinaan yang terstruktur menjadikan Spanyol sebagai tim yang secara rasional lebih diunggulkan. Logika inilah yang bekerja dalam kapitalisme modern, termasuk dalam industri taruhan olahraga, yang menempatkan probabilitas kemenangan sebag...

Menteladani Sikap Kritis Guru Tua sebagai Penangkal Radikalisme dan Ekstrimisme

Oleh : MRT Guru Tua begitulah sapaan akrab para masyarakat lembah palu memanggil Sayid Idrus Bin Salim Aljufri. Beliau adalah termaksud ulama di kalangan hadrami yang memilih Indonesia untuk menyebarkan Agama Islam. Banyak yang tahu bahwa Guru Tua hanya sebagai tenaga pendidik yang modern pada saat itu, namun Guru Tua tidak hanya sebagai tenaga pendidik. Guru Tua juga terlibat Aktif dalam perpolitikan Indonesia baik di tingkat Lokal maupun Nasional. Sikap politik Guru Tua bukan bersifat praktis ataupun pragmatis namun sikap Politik Guru Tua lebih bersifat Ideologi. Keterlibatan Guru Tua dalam perpolitik sudah jauh beliau lakukan sebelum datang di Indonesia, ini terlihat dari sikap Guru Tua menentang kolonialisme dari kerajaan Britania Raya. Aktivitas politik Guru Tua pada saat itu  untuk mencari dukungan negara-negara tetangga yang mayoritas muslim bersama sahabatnya Sayed Abdurahman guna ingin melepaskan diri dari penjajahan Britania Raya dan memerdekakan tanah kelahir...