Indonesia merupakan negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, telah berkerja untuk membangun negara agar dapat menegakkan keadilan dan menjamin hak–hak setiap individu dalam kehidupan sosial, politik dan budaya. Elite agama di daerah sangat berperan dalam aktivitas politik lokal. Para elite Agama mempunyai modal sosial dan simbolik berupa jamaah dan pesantren, pengetahuan Agama dan kharisma, yang membuat dirinya dipatuhi segenap masyarakat di daerah, seringkali dalam sebuah Pilkada, para calon bersilaturahim ke pondok – pondok pesantren atau kerumah–rumah kiai, habib atau ulama, untuk meminta doa dan restu politik. Silaturahmi politik yang dilakukan kandidat mengindikasikan bahwa pengaruh elit Agama terhadap masyarakat sangat besar (Abd Halim :2014) Elit agama yang pada awalnya bertitik fokus pada jalur kultural, yang dalam bahasa Cifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya), di tengah arus proses politik yang terjadi sekarang ini seakan menajdi aktor pem...